BAGAIMANA MEMBIASAKAN BERBAHASA INGGRIS BAGI SISWA SMA
Kemampuan Berbahasa Inggris Kita Memprihatinkan
Dalam era globalisasi dewasa ini, sangat diperlukan komunikasi antar komponen
dalam standar internasional. Kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh keberanian tampil dalam kancah internasional untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju yang memiliki wawasan yang lebih luas dalam bidang teknologi, politik, ekonomi, sosial, seni dan budaya. Untuk itu kita perlu memiliki kemampuan berbahasa Inggris sebagai alat komunikasi.
Selain itu, sebagai tuan rumah suatu bangsa dalam menyambut tamu bangsa lain berkaitan dengan pengenalan budaya bangsa berupa adat istiadat, seni, budaya dan pariwisata, kita pun diharapkan menguasai bahasa Inggris sebagai alat komunikasi, tidak hanya oleh satu dua orang guide tetapi oleh kita semua.
Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa para siswa SLTP, SLTA, sejumlah mahasiswa, sebagian sarjana S2 atau S3 masih sangat minim pengusaan bahasa Inggrisnya secara lisan dan tertulis. .
Penguasaan berbahasa Inggris sangat dipengaruhi oleh ketersentuhannya dalam penggunaan sehari-hari. Semakin sering mendengar dan menggunakan bahasa Inggris tersebut, semakin terbiasa menggunakannya kapan saja.
Di dalam keluarga, apabila salah satu atau beberapa anggota keluarga mampu menggunakan bahasa Inggris sebaiknya di gunakan sebagai menu harian di dalam keluarga. Apabila hal ini sudah menjadi kebiasaan dari bayi sampai orang dewasa, tanpa disadari tiba-tiba mereka bisa berbahasa Inggris tanpa harus belajar keras.
Bahasa Inggris bagi Sekolah Berkualitas
Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan semakin tampak nyata. Hal ini dapat dilihat adanya berbagai bantuan fisik non fisik. Untuk sekolah tertentu diadakan program percepatan (eskalarasi), program Sekolah Standar Nasional (SSN), program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Program-program tersebut memprioritaskan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi dan bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk kepentingan tersebut sekolah yang sudah ditunjuk melaksanakan program pemerintah tersebut langsung mengadakan In House Training (IHT) atau Workshop untuk melatih para guru termasuk kepala sekolah. Dalam pelaksanaan kegiatannya menggukan jasa lembaga tertentu yang berkopeten atau dengan cara lain yang bisa mempercepat guru bisa berkomunikasi dengan bahsa Inggris.
Tetapi menjaminkah, secara instant guru bisa berbahasa Inggris? Pelatihan memang ya. Tes kemampuan memang ya. Untuk pelaksanaannya di dalam kelas, dan keseharian di luar kelas, tentulah sangat sulit dan perlu perjuangan. Dan ada yang belum paham bagaimana cara pelaksanaannya.
Sekolah yang mendapat kesempatan melaksanakan program pemerintah tersebut belum merata, masih terbatas pada sekolah-sekolah unggulan, sekolah pilihan atau sekolah yang mempunyai fasilitas yang memadai. Untuk sekolah pinggiran yang inputnya rendah, rombongan belajar kecil, dari keluarga miskin, yang siswanya memerlukan dorongan luar biasa, yang gurunya pun harus bersimbah keringat untuk memperjuangkan nasib mereka, tampaknya belum terjangkau.
Pada hal setelah mereka terjun di masyarakat haknya sama, harus punya banyak bekal termasuk kemampuan berbahasa Inggris, terutama sekolah di sekitar objek wisata. Lalu bagaimana nasib siswa di sekolah semacam ini? Ikuti langkah kami.
Belajar Berbahasa Inggris yang Murah Meriah
Marilah kita bina siswa kita, kita bekali bahasa Inggris dengan cara sederhana, praktis, mudah dan hampir tanpa biaya. Namun hasilkan tak akan kalah dengan sekolah lain yang gurunya sudah mengikuti IHT, Workshop atau pelatihan bahasa Inggris..
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah:
- Kepala sekolah mengambil kebijakan dengan menggati tulisan dari berbagai identitas sekolah dengan bahasa Inggris.
- Setiap hari bertegur sapa dengan warga sekolah menggunakan bahasa Inggris.
- Setiap seminggu sekali guru bahasa Inggris menulis kalimat yang akan digunakan para guru di dalam kelas.
- Pengumuman, jadwal, perintah, disampaikan dalam bahasa Inggris.
- Siswa terlambat, ijin keluar / masuk kelas menggunakan bahasa Inggris.
- Seminggu sekali siswa berpidato dengan bahasa Inggris..
- Guru mengajar, pidato, ceramah, mengumumkan sesuatu, bertegur sapa, menggunakan bahasa Inggris.
- Setiap selesai upacara bendera, siswa diwajibkan merangkum jnformasi yang disampaikan Pembina upacara.
- Waktu istirahat pertama dikumandangkan lagu-lagu berbahasa Inggris.
- dan seterusnya.